10 Makanan di Lemari Pendingin Anda

Anda paham benar bahwa bila konsumsi junk food seperti double bacon cheeseburger dapat mengganggu kesehatan. Tetapi bagaimana dengan persediaan makanan di lemari pendingin Anda? Mungkin Anda tidak sadar, bahwa produk tersebut mengandung kalori , garam, lemak atau gula yang melebihi diet harian Anda.

Berikut 10 makanan yang mungkin Anda miliki:

1. Mayonnaise
Mayonnaise sangat mudah meningkatkan kalori dan lemak. Satu atau dua sendok teh mayonnaise tidak akan membahayakan. Namun bila Anda mayo lover, 1/4 cup sudah cukup menyumbang 360 kalori dan 40 gram lemak.

Mayo maniak punya tiga pilihan: gunakan mayo rendah lemak (mustard, BBQ sauce, salsa atau taco sauce), atau pindah ke light mayonnaise (35 kalori, 3 gram lemak per 1 sendok makan), atau membatasi jumlah asupan mayo.

2. Soda dan minuman manis lainnya
Minuman manis ada dimana-mana, tidak hanya di restoran dan mesin vending, tetapi minuman yang dijual di supermarket rata-rata minuman manis (teh botol, jus buah-buahan, minuman energy, minuman olahraga, dan lainnya).

Minuman manis biasanya adalah minuman full kalori tanpa nutrisi. Dan ada kecenderungan walaupun kita sudah minum yang manis-manis, kita tidak berusaha untuk megurangi makan, hingga kita mendapatkan asupan kalori yang berlebih.

Air putih adalah minuman terbaik untuk tubuh yang kekurangan air. Ada minuman lain yang baik untuk kesehatan dan tidak mengandung kalori seperti teh hijau, teh hitam. Selain mencegah dehidrasi, mereka juga adalah antioksidan yang baik.

3. Minuman beralkohol
Mungkin Anda menjadi mabuk-mabukan dengan tersedianya minuman beralkohol di lemari pendingin, dari segi nutrisi pun, masih banyak minuman yang berguna yang dapat Anda letakan di lemari pendingin. :)

Alkohol disebut minuma berkalori kosong, karena tubuh tidak dapat menggunakannya sebagai energi. Liver dipaksa untuk memecah alkohol menjadi asam lemak, yang akan menumpuk di Liver. Minuman berakohol secara berlebih dapat merusak sel liver dan otak .

4. Daging Proses
Contohnya bologna dan ham, dikategorikan tidak sehat karena mengandung banyak sodium dan lemak, juga pengawet seperti nitrites.

Daging proses adalah daging yang telah melalui proses seperti diasap, Processed meat -- defined as any meat preserved by smoking, pengawetan, atau diasinkan, dapat berefek meningkatkan kanker usus. Beberapa ahli mencurigai penggunaan pengawet dapat menimbulkan zat kanker pada tubuh.

Sepotong bologna atau lima potong salami mengandung sodium antara 310-480 mg. Sodium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang berujung dengan serangan jantung dan stroke.

Lebih baik pilih daging yang tidak diawetkan, coba cari penjual daging yang rendah nitrates dan sodium.

5. Hot Dogs dan sosis
Hot dogs dan sosis kurang lebih mengandung sodium 520-680 mg / 2-ounce serving dan lemak sampai 23 gr lemak dan 7 gr lemak jenuh.

6. Produk Whole-Milk
Selain mengandung protein, calcium, B-12, dan riboflavin, whole-milk juga mengandung lemak dan kolesterol. Jika Anda mengkonsumsi 16 ounces whole milk , 1.904 kalori, 105 gr fat, 59.5 gr lemak jenuh, dan 315 mg kolesterol.

Kabar baiknya, terdapat produk pilihan lower-fat untuk semua produk dairy termasuk didalamnya susu, keju dan yogurt.

7. Es Krim
Anda dapat temukan es krim, dihampir setiap lemari pendingin disetiap rumah. Cukup 1/2 cup saja, dapat membuat anda kelebihan lemak, lemak jenuh dan kalori.

1/2 cup Haagen-Dazs White Chocolate Raspberry Truffle akan memberi anda 310 kalori, 18 gr lemak, 10 gr lemak jenuh, 105 mg kolesterol, dan 28 grams gula. Dan umumnya orang mengkonsumsi 1 cup, yang berarti 2 kali lipat dari angka diatas.

Anda perlu menggantikan dengan eskrim tipe lower-fat, lower sugar dan lower kalori.

8. Creamy Salad Dressing
Berapa banyak botol salad dressing duduk manis di lemari pendingin Anda? biasanya mulai dari ranch, Thousand Island, dan blue cheese.

Setiap 2 sendok teh creamy dressings menambah sekitar 120 kalori, 12 gr lemak, 2.5 gr lemak jenuh, dan 380 mg sodium. Dan biasanya kita menggunakan 4 sendok teh.

Coba untuk kurangi porsinya, atau bila memungkinkan, cari produk pengganti yang lebih rendah kalori, lemak dan sodium.

9. Margarine
Margarine biasanya mengandung lemak jenuh yang tinggi (lemak jenuh menyebabkan margarine lebih padat pada suhu ruangan).

Sadar tidak sadar, sangat mudah bagi kita untuk menggunakan banyak margarine, karena margarine agak susah merata pada makanan. Setiap 1 sendok makan akan memberikan 100 kalori, 11 gram lemak dan kurang lebih 3-7 gram lemak jenuh.

Mengganti margarine dengan canola oil atau olive oil dalam memasak adalah pilihan yang baik. Karena mereka mengandung lemak mono- dan polyunsaturated. Tetapi bila Anda memerlukan tipe margarine, coba cari produk margarine yang tidak mengandung trans fat dan rendah lemak jenuh. Jika cukup menggunakan mentega, coba pilih tipe whipped butter. Mudah dioleskan pada makanan, dan mengurangi jumlah kalori, lemak dan lemak jenuh.

10. French Fries Beku
Kentang goreng merupakan makanan favorit saat sarapan, makan siang hingga makan malam. Terutama di Amerika. 3 ons kentang goreng mengandung 8-11 gr fat, 3 gr lemak jenuh, 390-540 mg sodium, dan 160-190 kalori. Dan biasanya orang mengkonsumsi hampir dua kali lipat.

Pilihan yang baik adalah, konsumsi kentang yang belum diprosesseperti baked potatoes atau roasted red potatoes, karena anda akan memperoleh nutrisi dari kentang tanpa lemak, lemak jenuh dan sodium. Coba Untuk lebih teliti membaca label makanan beku. Pilih yang rendah lemak dan sodium. (source webmd.com)

Pemeriksaan Kepadatan Tulang

Kompas.com - Kepadatan tulang dapat diukur dengan berbagai cara yang tidak menyakitkan dan tanpa tindakan invasif. Pemeriksaan tulang biasanya dilakukan untuk menentukan efektivitas pengobatan untuk osteoporosis atau osteopenia.

Menurut situs Mayo Clinic ada berbagai pemeriksaan kepadatan tulang:

  • Central dual energy X-ray absorptiometry, disebut juga dengan DEXA atau DXA. Pemeriksaan ini menggunakan sinar X dengan intensitas rendah untuk memeriksa tulang belakang, panggul atau seluruh tubuh. Cara ini merupakan pilihan utama, tetapi hanya dapat dialkukan di rumah sakit.
  • Peripheral dual energy X-ray absorptiometry, disebut pDEXA atau pDXA. Pemeriksaan ini menggunakan sinar X dengan intensitas rendah untuk mengukur massa tulang pada pergelangan tangan , jari, atau tumit. Pada praktik dokter alat ini lebih lazim digunakan daripada alat DEXA karena lebih praktis.
  • Quantitative ultrasound. Pemeriksaan QUS menghantar gelombang suara ke tumit, tulang kering, dan tempurung lutut. Alat ini mudah dijinjing dan harganya tidak mahal sehingga lebih banyak orang dapat memanfaatkan. Namun masih dilakukan penelitian keakuratan alat ini.
  • Quantitative computerized tomograpy. Pemeriksaan QCT paling sering dipakai untuk mengukur tulang belakang.


Sementara itu ada pula penanda pembaharuan tulang (bone marker turn over). Antara lain:

  1. Pengukuran fungsi osteoblas (pembentukan tulang)
  2. Pengukuran fungsi osteoklas (pelepasan tulang). Salah satunya adalah C-Telopeptida (CTX). Jika nilai CTX tinggi berarti pelepasan mineral tulangnya rendah.

Related Article
Jangan Biarkan Tulang Anda Kelaparan
Kalsium dan Pengapuran pada Tulang
Kalsium dan Vit. D
Supplement: Tiens Nutrient Calcium

Jangan sampai Tulang kelaparan

Ingin menjaga kesehatan tulang sekaligus mencegah penyakit keropos tulang? Mulailah dengan memperhatikan asupan kalsium Anda.

Angka kejadian osteoporosis di negara kita rupanya masih cukup tinggi, yakni dua dari lima orang Indonesia berisiko tinggi menderita penyakit ini. Osteoporosis adalah suatu kondisi di mana kepadatan tulang menurun dan tulang jadi lebih berongga, mirip kayu yang digerogoti rayap. Penyakit ini bisa juga dialami pria, tetapi lebih sering terjadi pada kaum hawa.

Walaupun terlihat stabil, sebenarnya tulang selalu berubah dalam proses yang disebut remodelling (pembentukan kembali). Menurut Dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, tulang terus-menerus dihancurkan oleh sel-sel osteoklas, lalu diserap dan dibentuk kembali oleh sel-sel osteoblas.

"Proses pembentukan tulang terjadi setiap saat. Di usia anak-anak dan remaja, proses pembentukannya lebih banyak dibanding penghancurannya," kata Fiastuti dalam sebuah acara mengenai "Peran Nutrisi Terhadap Kesehatan Tulang" di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ada indikasi kuat bahwa semakin banyak simpanan kalsium pada kerangka tubuh wanita sebelum menopause, makin kecil pula risikonya untuk menderita osteoporosis. Ini terjadi karena melewati usia puncak, yakni usia 30-an, secara bertahap massa tulang akan berkurang seiring dengan waktu.

Pada wanita, massa tulang akan merosot drastis ketika jumlah produksi estrogen menurun selama periode menjelang menopause. Untuk menghindari penurunan massa tulang yang kelewat drastis inilah, asupan kalsium yang tinggi dari konsumsi susu amat diperlukan.

Asupan kalsium
Pengeroposan tulang sebenarnya bisa dicegah, antara lain dengan cukup berolahraga, memenuhi asupan kalsium, serta vitamin D. Sayangnya, berdasarkan penelitian mayoritas wanita di Indonesia kekurangan 50 persen asupan kalsium yang semestinya ada dalam menu makan sehari-hari.

Asupan kalsium yang dianjurkan bagi dewasa sampai usia 50, 1.000 mg kalsium dan 200 IU Vitamin D sehari. Sementara untuk orang dewasa di atas 50 harus mendapatkan 1.200 mg kalsium dan 400-600 IU Vitamin D.

Kalsium bisa didapatkan dari susu, sayuran hijau, yogurt, ikan yang dimakan bersama tulangnya, seperti ikan teri, keju, atau kacang-kacangan. Susu merupakan sumber kalsium yang paling baik karena lebih mudah diserap tubuh.

Menurut penelitian, konsumsi susu yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin D selama dua minggu berturut-turut dapat menurunkan kadar CTX (plasma C-telepeptide of type 1 collagen) yang merupakan penanda pelepasan kalsium tulang sehingga menurunkan risiko terkena osteoporosis. Penelitian ini sudah dipublikasikan dalam jurnal Bone.

Para responden dalam penelitian itu adalah 82 wanita pramenopause (usia 20-35 tahun) yang dibagi dalam 3 kelompok. Selama 16 minggu, wanita dari kelompok 1 diberi susu tinggi kalsium dengan tambahan 1000 mg dan vitamin K 80 Ug per hari, kelompok kedua diberi susu tinggi kalsium dengan jumlah sama namun tanpa vitamin K, serta kelompok 3 tidak diberi susu.

Setelah itu kepadatan tulang diukur menggunakan berbagai penanda pembaharuan tulang pada minggu ke-2, 12 dan 16. Hasilnya, pada kelompok yang diberi susu dengan tambahan kalsium terjadi penurunan pada berbagai penanda tersebut. Dengan kata lain, susu tinggi kalsium menurunkan pelepasan kalsium pada tulang.

Penelitian lain pada wanita pascamenopause dilakukan oleh Fontera Brands bekerja sama dengan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan melibatkan 60 wanita Indonesia serta 60 wanita Filipina berusia di atas 50 tahun.

Mereka dibagi dalam dua kelompok, yakni yang mendapat 2 porsi susu tinggi kalisum 1200 mg yang difortifikasi vitamin D, magnesium, dan zinc, serta kelompok yang hanya mendapat minuman berbahan beras. Setelah 16 minggu dilakukan pengukuran. Ternyata pada kelompok yang mendapat susu tinggi kalsium ditemukan penurunan kadar CTX sebanyak 34 persen.

Menurut dr.Muliaman Mansyur, Medical Marketing PT.Fontera Brands Indonesia, saat ini pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan Departemen Gizi FKUI untuk mengetahui manfaat susu kalsium tinggi pada pria dan wanita kelompok usia 35-45 tahun dan kelompok usia 46-55 tahun dengan responden orang Indonesia.

"Riset-riset yang dilakukan oleh Fontera Brands memberikan dukungan ilmiah kepada produk susu tinggi kalsium kami, Anlene, sebagai susu yang terbukti dapat mengurangi kerusakan tulang," papar Muliaman.

Harus digerakkan
Meski susu mendapatkan tambahan kalsium, menurut Fiastuti, tidak seluruhnya akan diserap oleh tubuh. "Dari seluruh kalsium yang kita dapat dari makanan atau susu, hanya 30 persen saja yang akan diserap. Karenanya jika kita tidak mengasup sumber-sumber kalsium kita berisiko tinggi mengalami keropos tulang," katanya.

Untuk mencegah keropos tulang, Fiastuti menyarankan agar kita juga rutin berolahraga. Sayangnya pergerakan kita semakin terbatas, terutama untuk mereka yang banyak bekerja di belakang meja dan ke mana-mana naik kendaraan.

Olahraga yang disarankan adalah jenis weight bearing atau menggunakan beban. Berjalan cepat, tenis, atau basket juga dianjurkan karena hentakannya bisa membantu kalsium masuk ke tulang.

Meski tubuh harus digerakkan, tetapi kalau berlebihan hingga lemak tubuh menipis sangat tidak disarankan karena hal itu sama saja dengan mengundang osteoporosis. Dijelaskan oleh Fiastuti bahwa orang yang terlalu kurus dan tulangnya kecil lebih berisiko karena tulangnya lebih mudah keropos. (source: kompas.com)


Related Article
Kalsium dan Pengapuran pada Tulang
Kalsium dan Vit. D
Supplement: Tiens Nutrient Calcium

Kunjungan MUI ke Pabrik Tiens di Tian Jin



Kunjungan dari lembaga MUI ke pabrik Tiens di China. Dalam kunjungan ini, pihak MUI menilai produk dari Tiens sudah memenuhi standard GMP dan baik dikonsumsi oleh Rakyat Indonesia.