Showing posts with label Artikel Kesehatan : Jantung. Show all posts
Showing posts with label Artikel Kesehatan : Jantung. Show all posts
Ada Gejala Berikut? Waspada Anemia
Anemia merupakan kondisi menurunnya sel darah merah. Bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi, kehilangan darah, hingga gizi buruk. Wanita hamil rentan terkena masalah ini.
Ketika mengalami anemia, biasanya tubuh akan memunculkan gejala, meski kadang tak disadari. Gejala umumnya yaitu, kelelahan dan pusing. Namun, ada beberapa gejala lainnya yang sering diabaikan. Apa sajakah itu?
1. Kulit pucat
Waspadai anemia jika tiba-tiba kulit berubah menjadi pucat. Wajah atau kulit pucat menandakan tubuh kekurangan sel darah merah.
2. Nyeri Dada
Kondisi anemia bisa membuat jantung bekerja keras karena jumlah sel darah merah berkurang. Akibatnya, muncul nyeri di dada.
3. Detak jantung cepat
Tak hanya nyeri dada, detak jantung pun bisa menjadi lebih cepat ketika anemia. jantung tidak cukup menerima aliran darah dan tertekan.
4. Hemoglobin rendah
Kadar hemoglobin rendah merupakan tanda terkena anemia yang bisa diketahui dengan pemeriksaan oleh dokter. Normalnya, kadar hemoglobin pada wanita, yaitu 12-16 gr/dl dan laki-laki 13,5-18 gr/dl.
5. Kuku rapuh
Gejala ini paling sering tak disadari orang yang memiliki anemia. Kuku menjadi rapuh, karena kekurangan zat besi. Cobalah lebih peka dengan munculnya masalah pada tubuh agar penyakit lebih cepat ditangani.
Lari 5 Menit pun Bisa Cegah Penyakit Jantung
Waktu yang sempit kerap menjadi alasan seseorang jarang berolahraga. Jika itu pun menjadi alasan Anda, maka sediakan waktu setidaknya 5 menit saja. Studi ungkapkan manfaat sehat berlari 'singkat' selama 5 menit per hari lho.
Ya, studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology menyebutkan bahwa berlari meskipun hanya dilakukan beberapa menit saja dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.
Untuk membuktikan hal ini, para peneliti mempelajari lebih dari 55.000 orang dewasa berusia antara 18-100 tahun selama periode 15 tahun. Tim mengamati status kesehatan mereka secara keseluruhan, kebiasaan berlari dan usia hidup mereka.
Hasilnya, dibandingkan dengan peserta yang tak pernah berlari, peserta pelari memiliki risiko 45 persen lebih rendah mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular. Bahkan, para pelari rata-rata hidup tiga tahun lebih lama daripada mereka yang tidak pernah atau jarang berlari.
"Bahkan dengan semua faktor negatif seperti obesitas, kebiasaan merokok dan diabetes, kebiasaan berlari meskipun singkat setiap hari tetap memberi perbedaan dalam risiko masalah jantung," ungkap Dr Warren Levy, ahli jantung dan kepala medis dari Virginia Heart, seperti dikutip dari CNN, Jumat (1/8/2014).
Menurut American Heart Association, aktivitas fisik seperti berjalan dan berlari dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, aktivitas ini juga dapat menurunkan produksi glukosa, yang kemudian mengurangi risiko diabetes.
Berlari juga dapat melindungi lapisan terdalam dari arteri, menjaga dinding dan sel-sel tetap utuh, sehingga mengurangi risiko penyumbatan atau gumpalan yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Namun yang pasti sebelum memutuskan untuk rutin berlari, tetap sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki penyakit kronis.
Ya, studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology menyebutkan bahwa berlari meskipun hanya dilakukan beberapa menit saja dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.
Untuk membuktikan hal ini, para peneliti mempelajari lebih dari 55.000 orang dewasa berusia antara 18-100 tahun selama periode 15 tahun. Tim mengamati status kesehatan mereka secara keseluruhan, kebiasaan berlari dan usia hidup mereka.
Hasilnya, dibandingkan dengan peserta yang tak pernah berlari, peserta pelari memiliki risiko 45 persen lebih rendah mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular. Bahkan, para pelari rata-rata hidup tiga tahun lebih lama daripada mereka yang tidak pernah atau jarang berlari.
"Bahkan dengan semua faktor negatif seperti obesitas, kebiasaan merokok dan diabetes, kebiasaan berlari meskipun singkat setiap hari tetap memberi perbedaan dalam risiko masalah jantung," ungkap Dr Warren Levy, ahli jantung dan kepala medis dari Virginia Heart, seperti dikutip dari CNN, Jumat (1/8/2014).
Menurut American Heart Association, aktivitas fisik seperti berjalan dan berlari dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, aktivitas ini juga dapat menurunkan produksi glukosa, yang kemudian mengurangi risiko diabetes.
Berlari juga dapat melindungi lapisan terdalam dari arteri, menjaga dinding dan sel-sel tetap utuh, sehingga mengurangi risiko penyumbatan atau gumpalan yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Namun yang pasti sebelum memutuskan untuk rutin berlari, tetap sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki penyakit kronis.
Subscribe to:
Posts (Atom)

