Showing posts with label artikel kesehatan : serba serbi. Show all posts
Showing posts with label artikel kesehatan : serba serbi. Show all posts

Bahaya Minum Teh Campur Susu, Batu Ginjal sampai Serangan Jantung



Minum teh campur susu memang nikmat. Minuman ini memang sangat mudah ditemui di mana pun, dengan harga yang beragam. Tapi, ternyata campuran teh dan susu berbahaya untuk tubuh.

Kandungan senyawa yang ada pada teh sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sayangnya, jika senyawa tersebut bertemu dengan zat protein dan kalsium tinggi pada susu, maka kualitas manfaat pada senyawa teh akan berkurang atau bahkan menghilang. Hal ini karena pada dasarnya senyawa pada teh dan nutrisi pada susu tidak pernah bisa bersatu.

Bahaya dari meminum campuran teh dengan susu tidak akan terasa secara langsung jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, seperti misalnya tiga gelas perhari dan setiap hari, maka akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan seperti berikut.


1. Pembentukan batu ginjal 
Pembentukan batu ginjal dapat terjadi karena kandungan kalsium dan protein pada susu dapat berubah menjadi racun dan memicu pembentukan batu ginjal dalam urine, yang dapat membuat kesulitan buang air kecil.

2. Merusak daya tahan tubuh
Protein yang tinggi pada susu dapat mencemari teh yang mengandung kafein sehingga dapat merusak fungsi imunitas atau daya tahan tubuh. Hal ini membuat tubuh mudah merasa lelah dan terserang flu atau masuk angin.

Satu Lagi Manfaat Kesehatan Kopi




Para pecinta kopi mendapatkan satu alasan lagi untuk meneruskan menyeruput minuman itu setelah dua riset terbaru menyebutkan bahwa minuman paling populer di dunia itu bisa memperpanjang usia.

Penelitian ini mendapati  bahwa minum secangkir kopi setiap hari akan mengurangi risiko kematian dini karena berbagai sebab, sekaligus menurunkan kemungkinan kematian akibat masalah pencernaan.

Namun riset yang dilakukan terhadap lebih dari setengah juta orang di 10 negara Eropa ini juga menemukan bahwa manfaat kopi lebih besar dirasakan pria daripada wanita. Pria yang minum setidaknya tiga cangkir kopi sehari memiliki kemungkinan 18 persen lebih kecil meninggal karena berbagai sebab dibanding bukan peminum kopi.

Sedangkan wanita yang minum kopi dalam jumlah sama hanya memperoleh pengurangan delapan persen meninggal lebih cepat dibanding yang tidak mengkonsumsi kopi.

Sementara mereka yang minum dalam jumlah lebih sedikit, yakni hanya satu cangkir sehari, mengurangi risiko kematian dini hingga 12 persen dalam kurun waktu 16 tahun.

Sir David Spiegelhalter, Winton Profesor di University of Cambridge Public Understanding of Risk menghitung, ini berarti kebiasaan minum satu cangkir kopi setiap hari akan memperpanjang usia rata-rata pria sebanyak tiga bulan dan pada wanita satu bulan.

“Jadi bila dihitung berdasar cangkirnya, rata-rata secangkir kopi menambah kemungkinan hidup sekitar 9 menit pada pria dan sekitar 3 menit pada wanita,” ujarnya pada Telegraph.

Para peneliti di AS ternyata juga mendapati temuan serupa pada study terhadap 185.855 orang dari latar belakang etnis berbeda. Mereka menemukan orang yang minum dua atau tiga cangkir kopi tiap hari memiliki pengurangan 18 persen risiko kematian.
Kedua penelitian yang dipublikasikan di journal Annals of Internal Medicine itu juga menunjukkan tidak adanya pengaruh apakah kopi yang diminum adalah kopi biasa atau dekafein. Mereka yakin senyawa antioksidan yang ada dalam kopi lah yang memberi efek perpanjangan umur.

Pada penelitian sebelumnya, didapati minum kopi juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, penyakit hari, dan beberapa jenis kanker.

Dr. Marc Gunter dari International Agency for Research on Cancer yang memimpin penelitian di Eropa mengatakan ,”Kami menemukan bahwa konsumsi kopi terkait dengan rendahnya risiko kematian karena berbagai sebab, terutama karena masalah peredaran darah dan penyakit pencernaan.”

“Yang menarik, hasil ini serupa di sepuluh negara yang kami teliti, dengan berbagai kebiasaan minum kopi,” ujar Gunter yang bersama tim-nya mempelajari kebiasan minum kopi dari 521.330 partisipan selama 16 tahun dari 10 negara termasuk Inggris, Prancis, Denmark, dan Italia.

Sedangkan penelitian di AS dilakukan terhadap orang dengan berbagai latar belakang etnik karena masing-masing etnik memiliki kebiasaan hidup dan risiko penyakit berbeda. Hasilnya menunjukkan orang yang minum secangkir kopi tiap hari memiliki kemungkinan meninggal 12 persen lebih kecil dibanding yang tidak minum kopi. Kemungkinan itu menjadi 18 persen bila kopi yang diminum adalah dua atau tiga cangkir.

Peneliti utama dalam riset ini, Dr. Veronica Setiawan, dari University of Southern California mengatakan, “Kami tidak bisa mengatakan bahwa minum kopi bisa memperpanjang umur Anda, namun kami melihat hubungannya. Kopi memiliki banyak antioksidan dan senyawa phenolic yang memiliki peran penting dalam pencegahan kanker.”

Benarkah Telur Mentah Lebih Banyak Nutrisinya?



Telur dikonsumsi mentah dengan beragam alasan, seperti untuk meningkatkan stamina karena kandungan nutrisinya masih lengkap. Benarkah demikian?

Memang benar, proses memasak akan menghancurkan sejumlah kecil vitamin dan mineral yang terkandung dalam telur. Sehingga telur mentah memiliki kadar vitamin B (seperti vitamin B6 dan folat), vitamin E, kolin mineral, antioksidan lutein, dan zeaxanthin yang sedikit lebih tinggi.

Hanya saja, beda kandungan tersebut dengan telur matang ternyata sangatlah kecil, sehingga Anda tidak perlu mengonsumsi telur dalam keadaan mentah, kata Alissa Rumsey, MS, RD, penulis buku Three Steps to the Healthier You.

 Rumsey memberikan perbandingan, saat kita mengonsumsi telur mentah maka tubuh akan mendapatkan 0,85 mikrogram vitamin B6 dan 146,9 miligram kolin. Saat mengonsumsi telur matang, maka kandungannya menjadi 0,072 mikrogram B6 dan 117 miligram kolin.

Namun, jika membandingan jumlah protein, telur matang ternyata mengandung protein yang lebih tinggi ketimbang telur mentah.

Tubuh hanya mampu menyerap sekitar 50 persen protein dari telur mentah, dibandingkan dengan penyerapan 91 persen protein dari telur matang, menurut studi dalam Journal of Nutrition. Perubahan panas membuat struktur molekul protein dalam telur lebih mudah dicerna oleh tubuh.

"Itu berarti telur mentah hanya menyediakan 3 gram protein, dibandingkan dengan 6 gram protein yang bisa didapat dari telur matang," kata Rumsey.

Tapi, itu bukan satu-satunya alasan mengapa telur matang menjadi pilihan yang lebih baik. Telur mentah dapat mengandung Salmonella, sejenis bakteri yang menyebabkan sekitar satu juta kasus keracunan makanan setiap tahunnya di Amerika, menurut perkiraan lembaga kesehatan CDC.

Memasak telur bisa menghilangkan risiko tersebut, sehingga CDC merekomendasikan untuk menghindari konsumsi telur mentah atau setengah matang.

“Salmonella sendiri paling sering menyerang anak-anak, wanita hamil, orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu,” imbuh Harriet Whiley, PhD, seorang ahli biologi lingkungan di Flinders University Australia. "Namun, selalu ada sedikit kesempatan bagi Salmonella untuk menggerogoti kesehatan siapapun."

Jika Anda tetap memilih untuk mengonsumsi telur mentah atau setengah matang, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko, seperti membeli telur pasteurisasi atau telur yang telah melewati teknologi bebas Salmonella, serta menghindari telur yang sudah retak.

Tapi, sama seperti memasak, proses pasteurisasi bisa mengurangi kadar vitamin dan mineral dalam telur, kata Rumsey. Jadi sama saja seperti Anda memasak telur biasa.

Efek Bila Keseringan Minum Susu Kental Manis



Susu memiliki ragam jenis, mulai dari susu bubuk, skim, low fat hingga kental manis.

Namun, tahukah Anda, susu kental manis merupakan susu yang paling tidak dianjurkan untuk diminum secara langsung secara terus menerus.

Dokter spesialis gizi klinik, dr Dian Permatasari, SpGK, mengatakan, susu kental manis memiliki kandungan gula lebih tinggi dibanding susu jenis lain.

"Enggak boleh minum buat rutin harian. Lebih baik susu bubuk atau susu cair yang disesuaikan usia," kata Dian kepada Kompas.com beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat.

Dian menyarankan, bila yang sudah terlanjur rutin meminum susu kental manis, maka sebaiknya segera ganti dengan jenis susu lain, terutama untuk Anda yang terbiasa minum susu kental manis dengan tambahan gula.

Salah satu dampak bila rutin meminum kental manis adalah obesitas yang berpengaruh buruk pada diabetes, stroke bahkan jantung.

"Kalau susu kental manis biasanya buat tambahan di dalam jus, dalam es buah oke karena gak akan banyak," imbuhnya.

Dian pun menganjurkan supaya masyarakat minum susu sesuai kebutuhan dan peruntukkan. Tujuannya, tentu saja agar manfaat dalam kandungan susu bisa diserap baik oleh tubuh.

Minyak Kelapa Lebih Berisiko?



Sebuah studi baru menyebutkan bahwa minyak kelapa lebih buruk untuk jantung Anda daripada mentega dan daging sapi.

Menurut The Dietary Fats and Cardiovascular Disease Advisory, minyak kelapa mengandung 82 persen lemak jenuh, sedangkan mentega hanya 63 persen.

Menurut laporan tersebut minyak kelapa juga menyebabkan kolesterol meningkat lebih tinggi dibandingkan daging sapi yang mengandung lemak jenuh sekitar 50 persen, atau minyak babi yang mengandung lemak jenuh sekitar 39 persen.

Berdasarkan laporan USA Today, selama ini orang menganggap minyak kelapa lebih sehat karena klaim bahwa minyak nabati selalu lebih baik daripada produk hewani.

American Heart Association menambahkan, “Kami menyarankan agar tidak menggunakan minyak kelapa (saat masak).”

Di lain pihak, dalam penelitian sebelumnya, minyak kelapa disebut sebagai minyak yang lebih sehat. Dr Joseph Mercola, yang meneliti minyak kelapa virgin menyebutkan minyak ini amat sehat karena mengandung asam laurat yang juga terdapat dalam air susu ibu dan berfungsi mencegah berbagai macam infeksi.

Lalu mengapa ada sebagian hasil penelitian yang menganggap minyak kelapa berbahaya?

Thomas Brenna, profesor ilmu gizi di Universitas Cornell menduga bahwa riset-riset negatif terhadap minyak kelapa menggunakan contoh minyak yang telah mengalami hidrogenasi.

"Hasilnya tentu berbeda dengan minyak kelapa virgin yang diproses secara alami," ujar Dr Brenna.

Ia juga menyebutkan adanya penelitian terhadap masyarakat Polinesia yang banyak mengkonsumsi minyak kelapa justru memiliki kondisi jantung yang sehat.

Hal yang serupa diungkapkan Walter Willett, M.D., ketua departemen nutrisi Harvard School of Public Health. Menurutnya, sebagian besar penelitian minyak kelapa fokus pada efeknya terhadap kolesterol di tubuh. "Padahal efek kesehatan secara keseluruhan tidak dapat diprediksi hanya dengan perubahan LDL dan HDL."

Meski begitu, penelitian di atas yang dipimpin Frank Sacks, menyarankan agar orang meningkatkan kesehatan jantung dengan menggunakan sedikit saja lemak jenuh.

Artinya, karena minyak kelapa mengadung lemak jenuh dalam prosentase tinggi, maka pemakaiannya disarankan dalam jumlah yang secukupnya saja.

Tips Memilih Bakso



Bakso merupakan favorit banyak keluarga di Indonesia. Hidangan dari daging sapi ini juga cocok dipadukan dengan berbagai jenis masakan. Sayangnya, bakso termasuk dalam bahan pangan yang sering dicampurkan dengan bahan berbahaya yang bukan untuk makanan.

Untuk memilih bakso berkualitas, Chef Dhea Annisa membagikan tipsnya.

Lihat warnanya
Bakso dengan warna abu-abu menandakan menggunakan daging sapi dalam jumlah cukup banyak. Sementara bakso yang warnanya pucat tandanya banyak menggunakan tepung terigu atau bahan tambahan lain.

Bakso yang menggunakan daging segar tanpa pengawet memiliki warna yang lebih gelap, biasanya berwarna abu-abu.

Cek tingkat kekenyalan
Tingkat kekenyalan bakso tergantung pada kualitas daging sapi yang digunakan. Kalau kualitas daging sapinya bagus maka bakso akan terasa kenyal dan bertekstur garing. Sementara kalau terlalu banyak tepung maka akan bertekstur cenderung kenyal namun keras.

Daya tahan bakso
Bakso termasuk produk pangan yang berpotensi mendapat campuran bahan kimia. Bakso yang sehat akan bertahan selama kurang lebih empat hari di suhu ruang. Sementara jika masuk ke dalam lemari es atau chiller bisa kuat hingga seminggu.

Lain lagi jika disimpan dalam suhu beku maka bisa bertahan selama tiga hingga enam bulan.

Semoga tips-tips memilih bakso tersebut bisa membantu Anda untuk lebih teliti memilih jenis panganan, jangan hanya enak dimakan, perhatikan juga ciri-cirinya agar tidak tertipu.

Serat untuk Kesehatan Sendi



Sayuran berserat seperti brokoli, kubis Brussel, kacang-kacangan, kacang polong, oat dan quinoa, maupun buah-buahan, dapat membantu Anda meringankan nyeri yang terjadi di lutut, terutama osteoarthritis lutut, kata penasihat nutrisi bagi pria Alan Aragon, M.S.

Osteoarthritis lutut atau radang sendi dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti kelebihan berat badan, aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga, pekerjaan berat, terjadi kelemahan pada otot paha, penambahan usia (di atas 45 tahun bagi wanita), maupun komplikasi dari patah tulang yang terjadi di sekitar sendi.

Saran tersebut sejalan dengan hasil studi yang dirilis dalam jurnal Annals of the Rheumatic Diseases, bahwa orang dengan asupan yang kaya serat, cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami osteoarthritis lutut.

Penelitian mendapati bahwa serat dapat membantu melindungi lutut Anda dengan beberapa cara, seperti mengurangi kadar protein peradangan yang disebut CRP serta meningkatkan rasa kenyang yang mencegah Anda dari makan berlebih.

Kedua hal tersebut dianggap penting, karena ada hubungan yang kuat antara osteoarthritis lutut dan obesitas, karena berat badan berlebih dapat menambahkan beban pada persendian Anda, di samping lemak ekstra juga dapat meningkatkan peradangan yang terkait dengan rasa sakit.

Untuk mendapatkan kesimpulan itu, peneliti menganalisis data dari dua penelitian terpisah yaitu studi Osteoarthritis Initiative (OI) yang melibatkan hampir 5.000 peserta, serta studi Framingham Offspring yang melibatkan sekitar 1.200 peserta. Mereka menemukan bahwa semakin banyak serat yang dikonsumsi oleh peserta, maka semakin sedikit nyeri lutut yang dilaporkan, dan semakin kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan osteoarthritis lutut.
Peserta yang mengonsumsi 20 gram serat setiap hari memiliki kemungkinan 30 persen lebih kecil untuk mengalami gejala osteoarthritis lutut dan 19 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami rasa sakit yang buruk di sekitar lutut.

Dan bagi peserta yang mengonsumsi serat hampir 26 gram per hari, 61 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gejala osteoarthritis lutut dibandingkan mereka yang konsumsi serat kurang dari 14 gram serat per hari.

Rata-rata pria kini mengonsumsi 19 gram serat per hari, masih setengah dari jumlah yang disarankan untuk mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan sendi lutut. Sehingga, bila Anda kerap mengalami nyeri lutut, saatnya mendapatkan lebih banyak serat, lanjut Aragon.

Semakin banyak serat yang Anda makan, risiko nyeri lutut dapat semakin menurun, bahkan jika Anda tidak mengonsumsi jumlah maksimal yang disarankan dalam penelitian ini.

Setidaknya, konsumsi 20-25 gram serat per hari dapat membantu mengurangi risiko nyeri lutut. Untuk mencapai 20-25 gram serat, Anda bisa mengonsumsi 5-6 porsi buah dan sayur, mengonsumsi lebih banyak serat sereal, maupun minuman yang mengandung serat.

Kopi dapat cegah kanker hati



Kopi, selain nikmat, juga menghilangkan kantuk dan membuat kita lebih bersemangat. Tapi tahukah Anda bahwa minum kopi bisa membantu mengurangi risiko terkena kanker hati?

Kanker hati termasuk dalam enam jenis kanker yang paling banyak diderita manusia. World Cancer Research Fund mencatat, sedikitnya ada 800.000 kasus kanker hati sepanjang tahun 2012. Kanker hati juga banyak ditemukan di Asia dan Afrika dan merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian.

Studi yang dilakukan para peneliti dari University of Southampton dan University of Edinburgh mendapati bahwa rutin minum secangkir kopi tiap hari rupanya mampu mengurangi risiko kanker hati.

Setelah memeriksa data dari 26 penelitian sebelumnya yang melibatkan lebih dari 2 juta peserta, para peneliti menemukan bahwa kopi mampu mengurangi sirosis dan kanker hati. Bahkan dalam penelitian itu disebutkan, semakin banyak Anda mengkonsumsi kopi, semakin besar juga kekebalan tubuh Anda untuk mencegah munculnya penyakit kanker hati.

"Kopi dipercaya secara luas memiliki berbagai manfaat kesehatan, dan temuan terbaru ini menunjukkan bahwa kopi juga memiliki efek yang signifikan terhadap risiko kanker hati," kata Dr Oliver Kennedy dari University of Southampton seperti dilansir dari Guardian.

Molekul senyawa yang ditemukan dalam kopi memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, antikarsinogen dan manfaat lainnya yang menjelaskan mengapa ia membantu mencegah munculnya kanker hati.

Namun demikian, tidak disarankan mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang terlalu banyak, apalagi untuk orang-orang tertentu seperti wanita hamil. Terlalu banyak kafein dalam tubuh juga bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan.