Showing posts with label Artikel Kesehatan : Nutrisi. Show all posts
Showing posts with label Artikel Kesehatan : Nutrisi. Show all posts
Makanlah Ubi untuk Bantu Penurunan Berat Badan
Sering dianggap makanan "kampung", ternyata ubi memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan.
Ubi merupakan pilihan yang sehat sebagai camilan karena tidak mengandung gula tambahan dan kalorinya rendah. Selain itu kita juga akan mendapatkan seratnya.
Meski rasanya manis, tetapi ubi memiliki kandungan yang dapat meningkatkan level adiponektin, hormon pengatur gula darah, dalam tubuh.
Ubi juga memiliki nilai indeks glikemik yang relatif rendah sehingga tidak membuat kadar gula darah meroket setelah makan. Kadar gula darah yang terkontrol bisa membuat keinginan ngemil berkurang.
Alasan lain mengapa ubi membantu penurunan berat badan adalah kandungan seratnya. Serat telah terbukti membuat perut lebih lama kenyang. Dalam satu buah ubi ukuran sekadang terkandung sekitar 4 gram serat.
Manfaat lain dari konsumis ubi adalah adanya kandungan vitamin A yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan mata serta kulit, dan juga mengandung antioksidan.
Magnesium Untuk Turunkan Tekanan Darah
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hypertension mendapati, responden yang mengonsumsi suplemen magnesium secara teratur selama 3 bulan memiliki tekanan darah yang lebih rendah ketimbang responden yang tidak mengambil suplemen magnesium.
"Relatif aman bagi kesehatan dan rendah biaya, suplemen magnesium dapat menjadi pilihan untuk menurunkan tekanan darah pada orang yang berisiko tinggi atau pasien hipertensi," penulis utama Dr Yiqing Song, seorang profesor epidemiologi di Indiana University, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Dalam meta-analisis mereka, para peneliti mengamati 34 studi yang melibatkan lebih dari 2.000 pasien. Studi berlangsung dari tiga minggu sampai dengan enam bulan, dan peserta mengonsumsi antara 240 dan 960 miligram magnesium setiap hari selama masa studi.
Para peneliti menemukan, bahwa mengonsumsi 368 mg suplemen magnesium setiap hari selama tiga bulan dapat mengurangi tekanan darah sistolik rata-rata 2 mm Hg, dan mengurangi tekanan darah diastolik rata-rata 1,8 mm Hg.
Tekanan darah sistolik adalah angka atas dalam membaca tekanan darah, sedang tekanan darah diastolik adalah angka bawah.
Setelah lebih lanjut menganalisis data, para peneliti menyimpulkan bahwa mengambil 300 mg suplemen magnesium setiap hari selama satu bulan bisa menstabilkan tekanan darah seseorang.
Mekanisme bagaimana magnesium menurunkan tekanan darah telah dikonfirmasi oleh penelitian laboratorium, tulis para peneliti. Mineral membantu untuk mencegah pembuluh darah dari konstriksi, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah.
Para peneliti mencatat bahwa suplemen magnesium mungkin hanya memiliki efek jika seseorang tidak mendapatkan cukup magnesium dari makanan sehari-hari.
Dan meskipun peserta dalam studi mengambil suplemen magnesium, masih sangat mungkin untuk mendapatkan cukup magnesium dari makanan saja, kata Penny Kris-Etherton, juru bicara American Heart Association dan profesor nutrisi di University of Pennsylvania, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Studi ini menggarisbawahi pentingnya mengonsumsi makanan sehat yang mengandung cukup magnesium sebagai strategi untuk membantu mengontrol tekanan darah," kata Kris-Etherton.
Magnesium dapat ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau.
Magnesium yang berlebihan dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin. Tetapi orang-orang yang mengambil terlalu banyak magnesium dari suplemen bisa saja mengalami diare, mual dan kram perut.
Related Artikel
Suplemen Kalsium, lengkap dengan Magnesium, By USANA
Yang Dirasakan Tubuh Vegetarian
Peminat pola makan vegetarian atau tidak mengonsumsi daging memang terus bertambah seiring kesadaran akan kesehatan. Kita tahu bahwa ada banyak manfaat dari menghindari konsumsi daging dan memperbanyak asupan serat.
Sebuah penelitian menunjukkan, jutaan kematian akibat penyakit kronik pertahun di dunia bisa dicegah jika semakin banyak orang yang mengurangi konsumsi daging. Makanan berlemak jenuh memang meningkatkan potensi penyakit berbahaya.
Salah satu keuntungan dari tidak mengonsumsi daging adalah menurunnya kadar Kolesterol sampai 35 persen.
Penyakit diabetes tipe dua juga terkait erat dengan mengonsumsi protein hewani, terutama daging merah dan daging yang diproses.
Orang yang mengonsumsi daging lebih dari satu kali seminggu, selama 17 tahun memiliki risiko 74 persen menderita diabetes. Secara umum, pecinta daging memiliki kemungkinan lebih besar menderita diabetes dibanding para vegan.
Dengan mengurangi asupan daging, keju, dan telur, dan menggantinya dengan sayuran berkualitas tinggi, kacang-kacangan, dan biji-bijian, tubuh Anda akan terima kasih.
Hanya saja, pastikan tubuh Anda mendapatkan semua nutrisi dalam jumlah sesuai yang dibutuhkan
Meski tidak mendapat asupan protein hewani, namun vegetarian tetap bisa mendapat protein, misalnya saja dari tahu dan kacang-kacangan.
Namun, vegetarian tetap perlu mengatur asupan makanannya dengan baik agar tidak sampi kekurangan zat besi, kalsium, dan vitamin B12, yang biasanya kita dapatkan dari protein hewani.
Related Article
Paket Suplemen Kalsium-Protein-Asam Amino dan Vit.B12
Nutrisi Telur dan Batas Aman Konsumsi
Telur merupakan sumber nutrisi yang penting dan harganya ramah di kantong. Tetapi banyak salah kaprah tentang telur, terutama karena kandungan kolesterol dalam telur dinilai tinggi sehingga perlu dihindari.
Untuk mendapatkan diet yang seimbang dan sehat, berikut beberapa manfaat dan kerugian dari telur sehingga Anda dapat menentukan berapa jumlah telur yang perlu dikonsumsi setiap minggunya.
Nilai nutrisi
Sebutir telur sebetulnya adalah inkubator untuk bayi ayam, karena itu wajar saja jika telur mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bertumbuh. Telur merupakan sumber yang baik untuk antioksidan, iodin, vitamin A, B2, dan D. Harga dari telur juga relatif murah untuk ukuran sumber protein hewani. Telur juga kaya akan kolin yang merupakan nutrisi penting untuk otak.
Banyak pakar yang menyebut telur sebagai sumber pangan padat gizi. Artinya dengan jumlah yang sama dengan bahan pangan lain, telur mengandung gizi yang lebih banyak.
Kolesterol
Selama bertahun-tahun, telur banyak mendapat anggapan negatif karena bagian kuningnya mengandung kolesterol tinggi. Sebutir telur mengandung lebih dari setengah kebutuhan kolesterol per hari.
Namun kebanyakan orang sebetulnya salah mengira bahwa makan makanan tinggi kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Faktanya, kolesterol merupakan substansi penting yang dihasilkan di organ hati manusia dengan tujuan membuat membran dari setiap sel di tubuh. Kolesterol juga dibutuhkan untuk produksi berbagai macam hormon yang penting untuk sistem reproduksi.
Ketika orang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, maka hati mengurangi produksi kolesterolnya. Hal itulah yang sebenarnya tidak sehat.
Konsumsi per minggu
Sejumlah studi lama tidak merekomendasikan orang untuk mengonsumsi telur lebih dari enam butir per minggu. Namun baru-baru ini, penelitian menemukan, tak ada batasan untuk mengonsumsi telur. Meski begitu, penderita diabetes perlu menghindari makan kuning telur karena mengandung kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko stroke mereka.
Untuk mendapatkan diet yang seimbang dan sehat, berikut beberapa manfaat dan kerugian dari telur sehingga Anda dapat menentukan berapa jumlah telur yang perlu dikonsumsi setiap minggunya.
Nilai nutrisi
Sebutir telur sebetulnya adalah inkubator untuk bayi ayam, karena itu wajar saja jika telur mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bertumbuh. Telur merupakan sumber yang baik untuk antioksidan, iodin, vitamin A, B2, dan D. Harga dari telur juga relatif murah untuk ukuran sumber protein hewani. Telur juga kaya akan kolin yang merupakan nutrisi penting untuk otak.
Banyak pakar yang menyebut telur sebagai sumber pangan padat gizi. Artinya dengan jumlah yang sama dengan bahan pangan lain, telur mengandung gizi yang lebih banyak.
Kolesterol
Selama bertahun-tahun, telur banyak mendapat anggapan negatif karena bagian kuningnya mengandung kolesterol tinggi. Sebutir telur mengandung lebih dari setengah kebutuhan kolesterol per hari.
Namun kebanyakan orang sebetulnya salah mengira bahwa makan makanan tinggi kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Faktanya, kolesterol merupakan substansi penting yang dihasilkan di organ hati manusia dengan tujuan membuat membran dari setiap sel di tubuh. Kolesterol juga dibutuhkan untuk produksi berbagai macam hormon yang penting untuk sistem reproduksi.
Ketika orang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, maka hati mengurangi produksi kolesterolnya. Hal itulah yang sebenarnya tidak sehat.
Konsumsi per minggu
Sejumlah studi lama tidak merekomendasikan orang untuk mengonsumsi telur lebih dari enam butir per minggu. Namun baru-baru ini, penelitian menemukan, tak ada batasan untuk mengonsumsi telur. Meski begitu, penderita diabetes perlu menghindari makan kuning telur karena mengandung kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko stroke mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)



