Cara Memilih Essentials Oils



Essential oil atau minyak esensial memiliki ragam jenis dan khasiat. Namun, Anda jangan terkecoh. Ada minyak esensial yang sebenarnya tidak murni. Untuk mendapatkan minyak esensial asli, Anda harus mengetahui sejumlah hal.

Minyak esensial murni seharusnya tidak mengandung air, harus oil (minyak).

Kemudian botol dari minyak esensial seharusnya berwarna gelap. Sebab dia tak boleh diterpa langsung sinar matahari atau sinar lain untuk mencegah terjadi radiasi. Penyimpanan di bawah lampu juga tidak dianjurkan, dan lebih disarankan di tempat lembab.

Kiat lain adalah soal aroma. Bila sudah sering memakai minyak esensial asli, maka akan bisa membedakan aroma minyak esensial murni dan campuran. Namun, sebagai pemula Anda bisa membedakan dengan melihat efek dari menghirup aroma minyak esensial. Pada minyak esensial murni, aromanya tidak akan membuat pusing serta akan membawa anda lebih rileks.

Selain itu, Anda juga tak boleh langsung percaya dengan penjual minyak esensial. Pastikan pembuat minyak esensial adalah ahlinya seperti ahli tanaman dan kesehatan. Sebab, keahlian mereka menjamin proses pembuatan lebih higienis dan benar.

Serat untuk Kesehatan Sendi



Sayuran berserat seperti brokoli, kubis Brussel, kacang-kacangan, kacang polong, oat dan quinoa, maupun buah-buahan, dapat membantu Anda meringankan nyeri yang terjadi di lutut, terutama osteoarthritis lutut, kata penasihat nutrisi bagi pria Alan Aragon, M.S.

Osteoarthritis lutut atau radang sendi dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti kelebihan berat badan, aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga, pekerjaan berat, terjadi kelemahan pada otot paha, penambahan usia (di atas 45 tahun bagi wanita), maupun komplikasi dari patah tulang yang terjadi di sekitar sendi.

Saran tersebut sejalan dengan hasil studi yang dirilis dalam jurnal Annals of the Rheumatic Diseases, bahwa orang dengan asupan yang kaya serat, cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami osteoarthritis lutut.

Penelitian mendapati bahwa serat dapat membantu melindungi lutut Anda dengan beberapa cara, seperti mengurangi kadar protein peradangan yang disebut CRP serta meningkatkan rasa kenyang yang mencegah Anda dari makan berlebih.

Kedua hal tersebut dianggap penting, karena ada hubungan yang kuat antara osteoarthritis lutut dan obesitas, karena berat badan berlebih dapat menambahkan beban pada persendian Anda, di samping lemak ekstra juga dapat meningkatkan peradangan yang terkait dengan rasa sakit.

Untuk mendapatkan kesimpulan itu, peneliti menganalisis data dari dua penelitian terpisah yaitu studi Osteoarthritis Initiative (OI) yang melibatkan hampir 5.000 peserta, serta studi Framingham Offspring yang melibatkan sekitar 1.200 peserta. Mereka menemukan bahwa semakin banyak serat yang dikonsumsi oleh peserta, maka semakin sedikit nyeri lutut yang dilaporkan, dan semakin kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan osteoarthritis lutut.
Peserta yang mengonsumsi 20 gram serat setiap hari memiliki kemungkinan 30 persen lebih kecil untuk mengalami gejala osteoarthritis lutut dan 19 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami rasa sakit yang buruk di sekitar lutut.

Dan bagi peserta yang mengonsumsi serat hampir 26 gram per hari, 61 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gejala osteoarthritis lutut dibandingkan mereka yang konsumsi serat kurang dari 14 gram serat per hari.

Rata-rata pria kini mengonsumsi 19 gram serat per hari, masih setengah dari jumlah yang disarankan untuk mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan sendi lutut. Sehingga, bila Anda kerap mengalami nyeri lutut, saatnya mendapatkan lebih banyak serat, lanjut Aragon.

Semakin banyak serat yang Anda makan, risiko nyeri lutut dapat semakin menurun, bahkan jika Anda tidak mengonsumsi jumlah maksimal yang disarankan dalam penelitian ini.

Setidaknya, konsumsi 20-25 gram serat per hari dapat membantu mengurangi risiko nyeri lutut. Untuk mencapai 20-25 gram serat, Anda bisa mengonsumsi 5-6 porsi buah dan sayur, mengonsumsi lebih banyak serat sereal, maupun minuman yang mengandung serat.

Jangan Terlalu Manis



Salah satu bagian dari berbuka puasa yang tidak boleh dilupakan adalah takjil. Setelah tidak makan dan minum selama seharian, takjil berfungsi untuk mengembalikan tenaga dan kadar gula dalam tubuh agar siap melakukan shalat maghrib.

Namun, tunggu dulu, jangan sampai takjil Anda adalah es teh manis, es kolak, es cendol, es sirup, dan sebagainya.

Dokter Samuel Oetoro, SpGK, seorang pakar gizi, berkata bahwa berbuka boleh manis, tetapi harus manis yang sehat.

Diwawancarai oleh Kompas.com via telepon pada hari Selasa (30/5/2017), dia mengatakan, (berbuka) bukan dengan kolak, bukan dengan cendol, bukan dengan kelapa pakai sirup, atau teh manis. Itu keliru.

Menurut dokter Samuel, takjil harus yang sehat seperti jus atau sari buah. Mengandung hanya sedikit serat, sari buah bisa diserap dengan cepat dan tubuh akan segera pulih dari rasa lemas. Dengan demikian, Anda pun akan bisa melakukan shalat maghrib dengan baik.

Jika Anda tidak sempat atau tidak mau minum sari buah, pilihan takjil sehat lainnya adalah kurma. Akan tetapi, pilihlah kurma yang segar dan kulitnya masih keras sehingga kadar seratnya masih tinggi.

“Jadi, bukan glukosanya yang tinggi. Kalau kurmanya sudah lembek dan berair, itu kadar glukosanya yang butuh insulin untuk masuk ke dalam sel,” ucapnya.

Kopi dapat cegah kanker hati



Kopi, selain nikmat, juga menghilangkan kantuk dan membuat kita lebih bersemangat. Tapi tahukah Anda bahwa minum kopi bisa membantu mengurangi risiko terkena kanker hati?

Kanker hati termasuk dalam enam jenis kanker yang paling banyak diderita manusia. World Cancer Research Fund mencatat, sedikitnya ada 800.000 kasus kanker hati sepanjang tahun 2012. Kanker hati juga banyak ditemukan di Asia dan Afrika dan merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian.

Studi yang dilakukan para peneliti dari University of Southampton dan University of Edinburgh mendapati bahwa rutin minum secangkir kopi tiap hari rupanya mampu mengurangi risiko kanker hati.

Setelah memeriksa data dari 26 penelitian sebelumnya yang melibatkan lebih dari 2 juta peserta, para peneliti menemukan bahwa kopi mampu mengurangi sirosis dan kanker hati. Bahkan dalam penelitian itu disebutkan, semakin banyak Anda mengkonsumsi kopi, semakin besar juga kekebalan tubuh Anda untuk mencegah munculnya penyakit kanker hati.

"Kopi dipercaya secara luas memiliki berbagai manfaat kesehatan, dan temuan terbaru ini menunjukkan bahwa kopi juga memiliki efek yang signifikan terhadap risiko kanker hati," kata Dr Oliver Kennedy dari University of Southampton seperti dilansir dari Guardian.

Molekul senyawa yang ditemukan dalam kopi memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, antikarsinogen dan manfaat lainnya yang menjelaskan mengapa ia membantu mencegah munculnya kanker hati.

Namun demikian, tidak disarankan mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang terlalu banyak, apalagi untuk orang-orang tertentu seperti wanita hamil. Terlalu banyak kafein dalam tubuh juga bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan.