Lari 5 Menit pun Bisa Cegah Penyakit Jantung

Waktu yang sempit kerap menjadi alasan seseorang jarang berolahraga. Jika itu pun menjadi alasan Anda, maka sediakan waktu setidaknya 5 menit saja. Studi ungkapkan manfaat sehat berlari 'singkat' selama 5 menit per hari lho.

Ya, studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology menyebutkan bahwa berlari meskipun hanya dilakukan beberapa menit saja dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.

Untuk membuktikan hal ini, para peneliti mempelajari lebih dari 55.000 orang dewasa berusia antara 18-100 tahun selama periode 15 tahun. Tim mengamati status kesehatan mereka secara keseluruhan, kebiasaan berlari dan usia hidup mereka.

Hasilnya, dibandingkan dengan peserta yang tak pernah berlari, peserta pelari memiliki risiko 45 persen lebih rendah mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular. Bahkan, para pelari rata-rata hidup tiga tahun lebih lama daripada mereka yang tidak pernah atau jarang berlari.

"Bahkan dengan semua faktor negatif seperti obesitas, kebiasaan merokok dan diabetes, kebiasaan berlari meskipun singkat setiap hari tetap memberi perbedaan dalam risiko masalah jantung," ungkap Dr Warren Levy, ahli jantung dan kepala medis dari Virginia Heart, seperti dikutip dari CNN, Jumat (1/8/2014).

Menurut American Heart Association, aktivitas fisik seperti berjalan dan berlari dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, aktivitas ini juga dapat menurunkan produksi glukosa, yang kemudian mengurangi risiko diabetes.

Berlari juga dapat melindungi lapisan terdalam dari arteri, menjaga dinding dan sel-sel tetap utuh, sehingga mengurangi risiko penyumbatan atau gumpalan yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Namun yang pasti sebelum memutuskan untuk rutin berlari, tetap sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki penyakit kronis.

Tips Seks yang Lebih Hot

Ingin bertahan lebih lama dalam berhubungan seksual, mendapatkan orgasme, dan menjadi pasangan yang lebih baik? Berbaring dan cobalah untuk rileks. Lakukanlah seks secara lambat Sebab, itu adalah hal yang luar biasa.

Mungkin, saat melakukannya, Anda sudah "panas", lalu suhu menjadi lebih tinggi, lalu kondisi ini membuat badan Anda berkeringat dan kelelahan. Solusinya, atur ulang kecepatan. Jika bisa melakukan seks dengan perlahan, maka cara ini akan membawa kehidupan seks Anda lebih baik.

Pada saat bersamaan, Anda pun memberi waktu bagi pasangan Anda untuk mengurangi ketertinggalan. Pasalnya, menurut terapis seks Joel Block, PhD, penelitian menunjukkan bahwa rerata pria mengalami orgasme melalui hubungan secara aktif sekitar 2 menit, sementara wanita rerata 14 menit. Oleh karena itu, ada selisih 12 menit.

Nah, bila si pria memperlambat gerakan, maka itu tidak hanya memberikan peluang lebih baik untuk orgasme, tetapi juga membuat Anda dan pasangan melakukannya pada waktu yang bersamaan. Menunda sebuah orgasme akan membuat hubungan seks terasa lebih baik.

Sekali lagi, seks lambat adalah hal yang luar biasa. Ini akan lebih memberikan waktu dan memungkinkan Anda dan pasangan untuk menikmati hal ini secara bersamaan. Pada dasarnya, kecepatan yang perlahan dan tidak terburu-buru akan mengubah rutinitas normal seks Anda.

Bagaimana cara melakukannya?
Latihan kegel. Pada wanita, hal ini dilakukan seolah-olah Anda sedang melakukan push-up vulva. Sementara itu, untuk pria, lakukan hal ini dengan menahan otot panggul lebih lama seperti kontraksi selama berhubungan seks. Fungsinya untuk menahan orgasme lebih lambat sehingga memungkinkan seks bertahan lebih lama.

Cobalah menahan kontraksi selama 2 atau 3 detik, lalu biarkan turun, kemudian lanjutkan lagi. Dengan demikian, orgasme pun bisa didapatkan bersamaan dengan pasangan.

Cara Hemat Hidup Lebih Sehat

Banyak orang berpikir kesehatan sangat berkaitan erat dengan biaya yang mahal. Bagaimana tidak, bahan pangan organik yang bebas pestisida umumnya dijual dengan harga yang lebih mahal daripada yang biasa. Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga memakan biaya yang tidak sedikit. Maka wajar saja bila orang berpikir demikian.

Namun sebenarnya untuk memelihara tubuh yang sehat, banyak cara mudah yang dapat dilakukan. Dan baiknya, cara-cara ini juga tidak membutuhkan biaya yang banyak.

1. Tanam lebih banyak tanaman
Mungkin sebagian orang menganggap menjadi vegetarian merupakan pilihan gaya hidup yang mahal. Faktanya, daging umumnya dijual lebih mahal daripada sayur mayur. Lagipula bila tidak sepenuhnya dapat hidup tanpa daging, Anda bisa memilih menjadi vegatarian untuk beberapa hari selama seminggu. Nah untuk lebih menghemat pengeluaran dalam membeli sayur, Anda pun bisa menanam sayur sendiri. Selain lebih yakin sehat, sayur yang ditanam sendiri akan menekan anggaran dana belanja makanan.

2. Minum lebih banyak air
Menurut departemen pertanian AS, banyak orang yang tidak minum cukup air setiap hari. Padahal air merupakan elemen penting untuk menjaga kesehatan. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Saat beraktivitas, tubuh akan kehilangan banyak air, sehingga tubuh pun perlu penggantinya untuk menjaga bentuk dan fungsi tubuh tetap baik.

3. Cukup tidur
Bila tidak cukup tidur, kondisi tubuh tidak akan optimal. Bahkan bila Anda tidak obesitas atau tidak merokok sekalipun, kurang tidur akan mengurangi fungsi tubuh. Dari sisi otak, kurang tidur akan berdampak pada penurunan fungsi kognitif dan mood. Sementara itu pada tubuh, kurang tidur berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes.

4. Peluk orang yang disayangi
Kegiatan ini mungkin terdengar sepele. Namun siapa yang sangka, memeluk dan dipeluk oleh orang yang disayangi akan mengubah reaksi kimia di tubuh. Hormon oksitoksin yang dikeluarkan selama berhubungan seksual dan melahirkan juga akan meningkat saat memeluk atau dipeluk. Saat hormon ini dikeluarkan di aliran darah, tekanan darah dan kadar stres pun akan menurun.

Mitos Seputar Orgasme

Orgasme pada wanita telah lama menjadi misteri baik bagi pria maupun bagi wanita itu sendiri. Sehingga tidak heran, banyak sekali mitos seputar orgasme wanita yang beredar. Dalam seksologi modern, orgasme wanita merupakan salah satu topik yang paling tidak habis diperdebatkan.

Lantas apa saja mitos yang seharusnya kita tak percayai seputar orgasme wanita?





1. Orgasme bisa diraih dengan bersenggama
Mitos ini keliru, karena faktanya hanya 30 persen wanita yang berhasil orgasme melalui bersenggama. Sementara sisanya membutuhkan stimulasi klitoris untuk mencapai klimaks. Sementara itu, menurut Perkumpulan Dokter Kebidanan dari Kanada, 30 persen orang yang mengaku tidak mampu mencapai orgasme dari bersenggama baru bisa mencapai orgasme setelah mendapat stimulasi manual ataupun oral.

2. Orgasme selalu dapat disadari
Ini merupakan mitos yang salah dari orgasme. Pasalnya orgasme mungkin juga datang tanpa disadari. Tanda-tanda seseorang mengalami orgasme seperti pola napas yang berbeda, gerakan tubuh, suara, dan kontraksi otot tidak selalu ada. Namun yang jelas, setelah mengalami orgasme, ada perasaan nyaman dan rileks yang timbul dan hanya dapat dirasakan oleh si wanita.

3. Cairan vagina saat orgasme serupa ejakulasi
Cairan yang dikeluarkan dari vagina melakukan aktivitas seksual merupakan lubrikasi alami. Saat mencapai orgasme, cairan ini biasanya keluar lebih banyak, namun ini bukanlah ejakulasi seperti halnya yang terjadi pada pria. Cairan ini merupakan hasil dari kontraksi dari otot uterus dan vagina karena peningkatkan aliran darah ke organ-organ reproduksi.

4. Wanita seharusnya bisa mencapai orgasme jika G-spot dirangsang
Keberadaan G-spot hingga saat ini masih menjadi misteri. Banyak yang memperkirakan kelenjar Skene yang berada di dinding belakang vagina di daerah bawah urethra mungkin adalah G-spot. Sebagian wanita mengaku ada sensasi kenikmatan saat area ini dirangsang, namun tidak semua wanita mengalaminya.

5. Jika wanita tidak dapat mencapai orgasme, pasangannya bukanlah pencinta yang handal
Pasangan memang mampu membantu untuk mencapai orgasme, namun yang bertanggung jawab sepenuhnya terciptanya orgasme atau tidak adalah wanita itu sendiri. Sebuah studi baru yang dimuat dalam jurnal Sexologies menemukan, pemikiran erotis dan fokus pada sensasi pada tubuh selama berhubungan seksual dapat membantu wanita untuk mencapai orgasme.

6. Wanita harus orgasme untuk menikmati seks
Orgasme selagi berhubungan seksual bukanlah kunci seorang wanita menikmati hubungan seksual. Orgasme merupakan hal yang sulit dipahami. Faktanya, seringkali, wanita menghargai seks lebih dari sekedar mencapai orgasme. Cinta dan kasih sayang yang dirasakannya dari pasangan adalah hal yang lebih penting.

Bila Anda memerlukan suplemen vitalitas pria untuk membantu mencapai orgasme pada pasangan Anda, kami menyediakan suplemen Tiens Galaxs.